Postingan

  JURNAL REFLEKSI   Minggu Ke 11   Jurnal refleksi minggu ke 11 Modul 2.3.a.10.3 ini menggunakan model 2 : Description, examination , and Articulation of Learning (DEAL). Model ini dikembangkan oleh Ash and Clayton (2009). Untuk membuat refleksi model ini, Calon Guru Penggerak (CGP) menuliskan penjabaran dari pertanyaan panduan berikut :  Description : Mendeskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W 1H (what = apa, who = siapa, where = dimana, when = kapan, why = mengapa, how = bagaimana) Examination : Menganalisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya. Articulation of Learning : Menjelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang. Pada  minggu ke sebelas ini, CGP belajar tentang Pembelajaran Berdiferensiasi melalui LMS Modul 2.2. Dalam materi ini, CGP terlebih dahulu melanjutkan belajar materi sebelumnya. Setelah mendalami materi tentang Pembelajaran berdif...
Modul 2.3.a.9  KONEKSI ANTAR MATERI – COACHING     Beberapa pengertian mengenai coaching menurut para ahli, yaitu : 1.        Sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kinerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). 2.        Kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003). 3.        “ …….. bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.” (International Coach Federation-ICF).   Coaching memiliki peran yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menggali potensi...

tes tulis

 jjgfhdjm fjhglj,jlk; vn cbm.; kvgffzddsf fsgjkllk;k; vc,mjl/l/,vb xgfjgkl mbvcxxx    

Pentingnya Membangun Budaya Positif di Sekolah

Gambar
  PENTINGNYA MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH Budaya positif perlu ditumbuhkan di lingkungan sekolah. Ibarat petani yang sedang bercocok tanam, budaya positif sama halnya seperti memberi rangkaian perawatan terhadap bibit tersebut agar dapat tumbuh dengan subur dan sehat. Adapun perawatan untuk "bibit unggul" di sekolah kita adalah dengan membangun disiplin yang positif. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah juga perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama seorang pendidik. Budaya adalah sesuatu yang menjadi kebiasaan dan diyakini sebagai hal yang sukar diubah. Terkait dengan kebiasaan, tentu saja dimulai dari karakter baik yang harus sudah dimiliki oleh seorang pendidik. Murid akan mencontoh teladan yang baik dari seorang guru yang ia hormati. Pertama, membudayakan disiplin positif yang perlu kita lestarikan sejak dini. Motivasi tertinggi untuk menunjukkan kedisiplinan adalah keyakinan diri dari seorang murid bahwa ia perlu menaati peraturan b...