NDO UMI |
PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER
DAYA
Membaca memiliki
peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi-generasi emas
pembawa kemajuan, tentu kita sepakat bahwa membaca akan meningkatkan kecerdasan
dan pengetahuan. Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta
dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh
penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Henry Guntur Tarigan 2008.7).
Dengan demikian orang yang gemar membaca akan selaras dengan kemampuannya
melahirkan sebuah karya tulis.
Membaca dan
menulis merupakan bagian dari literasi . Ini sejalan dengan program pemerintah
yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23
tahun2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang menumbuhkan budi pekerti.
Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) adalah suatu kegiatan yangbersifat partisipatif dengan
melibatkan warga sekolah. Budaya literasi di SDN 275 Kalola Kecamatan
Maniangpajo Kab. Wajo Sul-Sel merupakan budaya positif melalui pembiasaan
membaca buku non teks pelajaran selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai,
diberi tugas membaca minimal 1 buku, tiap tiga minggu membuat ringkasan cerita
dari buku yang telah dibaca, membuat produk literasi berupa poster, puisi, atau
produk lain yang sesuai bakat dan minat peserta didik.
TUJUAN
UMUM
Tujuan umum
gerakan literasi sekolah adalah menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti
peserta didik agar menjadi insan literat sepanjang hidup melalui ekosistem
literasi yang dibangun dalam gerakan
literasi sekolah.
TUJUAN
KHUSUS
-
Membentuk
budaya literasi di lingkungan sekolah.
-
Meningkatkan
insan literat di lingkungan sekolah.
-
Meningkatkan
pengelolaan pengetahuan di lingkungan sekolah melalui sekolah ramah anak yang
menyenangkan.
-
Menjadi
wadah untuk menumbuhkan strategi membaca dan menulis.
TOLOK
UKUR
-
Peserta
didik dapat membaca, menyimak, dan memahami isi buku yang mereka baca.
-
Peserta
didik dapat melakukan ringkasan buku.
-
Peserta
didik dapat membuat produk literasi berupa poster, puisi, dan produk lainnya
sesuai bakat dan minat peserta didik.
LINIMASA
TINDAKAN
B – Buat Pertanyaan
A – Ambil
Pelajaran
G – Gali mimpi
J - Jabarkan rencana
A – Atur eksekusi
TAHAP 1
: Buat Pertanyaan (Define)
Pertanyaan
: Bagaimana cara yang efektif dalam memanfaatkan aset
sekolah melalui budaya literasi?
hasil pemetaaan dengan strategi yang akan dibuat dalam
memanfaatkan aset sekolah.
Pertanyaan : Bagaimana menerapkan budaya literasi dengan memanfaatkan
aset sekolah?
Tindakan : - Mensosialisasikan penggunaan aset sekolah untuk meningkat-
kan mutu dan kualitas belajar melalui budaya literasi.
- Mensosialisasikan budaya literasi dalam pembelajaran sehari
hari kepada rekan sejawat.
TAHAP 3 : Gali Mimpi (Dream)
Pertanyaan : Bagaimana
mewujudkan budaya literasi dengan memanfaatkan
aset
sekolah?
Tindakan : - Dengan
memanfaatkan aset sekolah yang ada secara efektif
diharapkan guru dan peserta didik dapat meningkatkan
kualitas belajar mengajar melalui budaya literasi.
- Peserta didik aktif dalam belajar, mampu berpikir kritis,
kritis, mampu
bekerjasama dalam kelompok, dan mampu
menghasilkan karya yang menarik sesuai bakat dan minat
peserta didik.
Pertanyaan : Apa langkah-langkah yang akan diambil untuk mewujudkan
budaya
literasi dengan memanfaatkan aset sekolah?
Tindakan : - Melakukan pemetaan terhadap aset sekolah.
- Memanfaatkan aset
sekolah secara efektif untuk menerap-
kan budaya literasi.
- Membagi
peserta didik dalam kelompok sesuai dengan
pemetaan kebutuhan belajar peserta didik.
- Memberikan tugas kepada peserta didik sesuai
bakat
dan
minat peserta didik.
- Memajang hasil karya peserta didik.
Pertanyaan : - Siapa saja yang terlibat dalam menerapkan budaya literasi?
- Bagaimana strategi untuk mewujudkan budaya literasi
dengan
memanfaatkan aset sekolah?
Tindakan : - Semua warga sekolah terlibat dalam menerapkan budaya
literasi
di sekolah.
- Mengadakan kegiatan IHT untuk mensosialisasikan budaya
literasi dengan memanfaatkan aset sekolah kepada rekan
sejawat serta membuat rencana evaluasi terhadap
keterlaksanaan program budaya literasi.
DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
2.
Guru 2.
Buku bacaan
3.
Peserta didik 3.
Ruang pojok baca
4.
Tenaga
Kependidikan
5.
Orang tua peserta
didik
DOKUMENTASI
|
Konsultasi dengan Pengajar Praktik tentang budaya literasi membaca di sekolah |
| |||||||||||||
![]() | |||||||||||||






Komentar
Posting Komentar